Evolusi Busana Muslimah Indonesia

Dunia mode secara konstan menyaksikan sesuatu yang baru dari waktu ke waktu. Sebuah istilah baru telah diciptakan dalam sejarah mode, dan dari kelihatannya, itu di sini untuk tinggal! Istilahnya adalah busana muslim. Gerakan revivalis Islam memaksa laki-laki dan perempuannya untuk berpakaian sopan dan religius. Tetapi selama tahun 1980-an dan 1990-an, ketika gerakan mulai semakin heterogen, gaya berpakaian yang tertutup mulai berubah menjadi gaya yang lebih modis. Hal ini menyebabkan mata uang dari istilah Islam atau busana muslim baru di industri mode global. Turki adalah salah satu yang pertama memasuki pasar ini. Selama tahun 1990-an, fashion show yang menampilkan tren ini mulai populer di seluruh dunia (bukannya terbatas pada beberapa negara Asia), dan hari ini konsep ini diakui di seluruh dunia.

Ini adalah perpaduan iman dan mode. Hari ini, seseorang dapat menemukan Burqa desainer (pakaian penuh tertutup hanya dengan layar jala di depan mata sebagai pembukaan), Jilbab (syal yang meninggalkan wajah terbuka), dan Niqab (kerudung wajah yang sedikit membuka di dekat mata), dan pakaian modis untuk pria Muslim seperti desainer Pathanis (atas lutut dengan bagian bawah longgar), Bisht (jubah Arab), dan Kufis (topi bulat) di pasar. Mereka tidak hanya mematuhi aturan berpakaian Islami, tetapi juga memberikan pernyataan gaya kepada pemakainya. Pakaian modis ini terutama diminati di kalangan Muslim yang tinggal di negara-negara barat, yang juga ingin terlihat trendi bersama dengan agama. Pakaian ini tersedia dalam berbagai desain dan warna, dan terbuat dari bahan eksotis untuk menambah pesona pemakainya.

Evolusi jilbab di Indonesia
Wanita Indonesia dan Pakistan biasanya terlihat di Tudongs dan Dupattas masing-masing. Tudongs sepenuhnya menutupi pakaian yang membuat wajah terbuka. Mereka adalah pakaian formal untuk wanita di Indonesia. Wanita Pakistan mengenakan syal panjang yang disebut dupatta (tanpa batasan warna) bersama dengan Salwar Kameez. Yang paling populer dari semua pakaian pria Muslim adalah jubah panjang yang panjangnya sampai ke pergelangan kaki, dipakai di Irak dan negara-negara Teluk. Pria di negara-negara Arab juga dapat terlihat mengenakan Bisht di atas Thawb. Hal ini disertai dengan headwear yang disebut Igal.

Sebelum era Orde Baru, wanita Muslim di Indonesia menggunakan syal panjang untuk menutupi rambut mereka. Dari tahun 1980-an, jilbab atau jilbab yang menutupi rambut secara ketat diperkenalkan ke Indonesia. Namun, penggunaan jilbab di sekolah umum dan lembaga pemerintah dibatasi sementara oleh pemerintahan Soeharto; Meskipun ini tidak menyurutkan mayoritas umat Islam Indonesia dari mengamati apa yang mereka rasakan sebagai kewajiban agama mereka. Kenaikan jumlah perempuan yang mengamati hijab di Indonesia telah melahirkan industri pakaian muslim yang menguntungkan. Sejak awal tahun 2000, sektor ini telah berkembang pesat karena lebih muda, wanita urban mematuhi jilbab. Segmen fashion-councious baru ini menuntut pakaian Muslim yang tidak hanya menutupi rambut dan tubuh, tetapi juga menampilkan gaya dan desain yang menarik.

Untuk memenuhi permintaan ini, sejumlah desainer muda dan kreatif yang mampu mendesain fashionable dan tren mode Muslim muncul. Ini termasuk meningkatnya bintang seperti Ms Dian Pelangi yang disebut sebagai salah satu dari 500 orang paling berpengaruh di industri fashion oleh majalah yang berbasis di Inggris, Business of Fashion. Bahkan, sejumlah tokoh mapan di industri fashion lokal seperti Mr Itang Yunasz telah pindah ke desain pakaian muslim dan telah memanfaatkan pasar ceruk yang berkembang pesat ini. grosir gamis nibras di Indonesia juga tidak lagi hanya berfokus pada pelanggan wanita tetapi juga menargetkan pelanggan pria dengan meluncurkan lini pakaian koko atau taqwa.

 

Perubahan Mode Pakaian Muslimah

About the author

admin

View all posts